
Pemalang – Menyusul keterangan resmi Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) yang menyebut bahwa salah satu teroris yang tertembak di Pamulang Bekasi adalah Dulmatin, pihak keluarga segera mempersiapkan kedatangan jenazah dan upacara pemakamannya. Kesibukan di rumah orang tua Dulmatin yang juga dijadikan toko di kompleks kios pasar Petarukan Jl Pasar Utara No. 24, Keboijo, Kelurahan/Kecamatan Petarukan, Pemalang (Jateng), sudah mulai terasa.
Beberapa mebelair serta barang dagangan yang berada di dalam toko mulai di keluarkan dan ditata, dengan dibantu oleh beberapa tetangga sekitar. Sejak Rabu (9/3) pagi hari belum ada aktivitas berarti di rumah tersebut, namun pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB setelah di layar televisi dipastikan bahwa korban penggerebekan yang tewas adalah Dulmatin. Azam Ba'abud, kakak kandung Dulmatin alias Joko Pitono alias Amar Usman, juga memastikan jika jenazah tersebut adalah adiknya yang sudah meninggalkan Pemalang sejak tahun 2002, meski dia belum melihat langsung jenazah adiknya tersebut.
Beberapa warga Petarukan dan puluhan media baik maupun elektronik juga berada di tempat tersebut untuk mengetahui perkembangan situasi. Selain itu ada pula beberapa petugas keamanan yang sudah mulai melakukan penjagaan di lokasi. Meski demikian hingga saat ini belum ada kepastian kapan jenazah Dulmatin akan tiba di Pemalang. Soal pemakaman, pihak keluarga merencanakan di tempat asalnya di Petarukan.
Ayah tiri Dulmatin, H Jazuli menyatakan bahwa semula pihak keluarga belum percaya, namun setelah melihat ciri-ciri yang ada di wajah yang ditunjukan memang nampak kemiripan dengan wajah Dulmatin. "Memang setelah sekian tahun tidak bertemu wajahnya sudah berubah, namun setelah melihat ciri adanya tahi lalat di pipi sebelah kanan sepertinya itu memang Joko Pitono,” kata Jazuli.
Menurut Jazuli selama ini Joko Pitono setahu dia selalu berperilaku baik, dan tidak pernah menampakan sesuatu yang aneh saat sering ketemu. Namun demikian sejak peristiwa pemboman, pihak keluarga memang tidak pernah ketemu. Termasuk soal kabar bahwa Dulmatin pandai merakit bom juga tidak diketahui keluarga, hanya saja selepas dari SMA sering memperbaiki televisi.
Diungsikan
Karena semakin banyaknya tamu, Ibu kandung Dulmatin, Hj Masniati saat ini tidak berada di rumah. Oleh pihak keluarga untuk menjaga kondisi kesehatan, Masniati yang sedang sakit akhirnya untuk sementara diungsikan ke salah satu rumah anaknya yang berada di Tegal. (Py)
Ket foto : Keluarga mulai sibuk mempersiapkan kedatangan jenazah Dulmatin.


