Bookmark and Share
ilmci
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
frenbook
Arif & Saleh Bersaing di Pilkada Surabaya 2010
lokasi: Home / Berita / Nasional / [sumber: Jakartapress.com]
Selasa, 02/03/2010 | 06:03 WIB
Arif & Saleh Bersaing di Pilkada Surabaya 2010

Surabaya - Wakil Walikota Surabaya, Arif Affandi yang menjadi Calon Walikota (Cawali) Surabaya dari Partai Demokrat (PD) bakal mendapat saingan ketat dari Saleh Ismail Mukadar, jika Anggota DPRD Jatim ini direkomendasikan DPP PDIP menjadi Cawali Surabaya pada Pilkada Surabaya 2010.

Prediksi ini diungkap Pusat Studi Demokrasi dan HAM (PuSDeHAM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang melakukan survei Pilkada Surabaya 2010. "PuSDeHAM telah menerima 800 responden, hasilnya cawali Arif dan Saleh menempati rangking teratas," kata M Asfar, Direktur PuSDeHAM Unair di Surabaya, Senin (1/3).

Berdasar 800 reponden yang masuk ke PuSDeHAM Unair, Arif mengumpukan 31,91 persen suara. Saleh berada di urutan kedua dengan 21,65 persen suara. Disusul Fandi Utomo (PD) yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dengan 5,13 persen dan Alisjahbana dengan 3,38 persen suara.

Sementara itu, nama-nama lain baik dari calon independen maupun diusung oleh partai-partai besar seperti Golkar, PAN, PKB maupun PKS mendapatkan perolehan suara yang tidak signifikan. Suaranya kurang dari 3 persen.

Dhimam Abror (Ketua PWI Jatim) misalnya, hanya mendapat 0,50 persen, Tri Rismaharini (Kepala Bappeko Surabaya) yang disebut-sebut akan berpasangan dengan Bambang DH memperoleh 1 persen suara, Yuliani (PKS) dan Adies Kadir (Partai Golkar) mendapat 0,13 persen suara.

"Arif bisa mendapat suara terbanyak karena dipengaruhi oleh faktor incumbent. Sebaliknya, Saleh dikenal masyarakat Surabaya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, manajer Persebaya dan anggota PDI Perjuangan," ujarnya.

Meski Arif menempati peringkat pertama, Asfar memprediksi belum tentu akan tampil sebagai pemenang dalam Pilkada Surabaya 2 Juni nanti. Sebab, banyak faktor yang mempengaruhi calon tersebut mengalami kekalahan.

Salah satunya adalah sosok yang menjadi pasangan dalam Pilkada. Jika Arif salah dalam memilih cawawali, tidak menutup kemungkinan dikalahkan oleh Saleh yang kemungkinan besar memilih Bambang DH sebagai cawawali. 

"Jika Saleh ingin mendongrak suara lebih tinggi, pemasangan dirinya dengan Bambang DH sangat tepat. Kekuatan Saleh yang sudah 21 persen akan bertambah diatas 30 persen, karena Bambang DH Walikota Surabaya yang sekarang," jelasnya.

Namun, Dosen FISIP Unair ini juga mengakui, peta pasangan masing-masing kandidat masih labil. Hasil perolehan suara bisa berubah-ubah meski tidak besar atau hanya sekitar 5 persen. "Tergantung kesiapan masing-masing cawali," tandasnya. (Mb)

Banner space (468x60)
 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: