
Makassar – Nampaknya, kini para nasabah bank di Indonesia harus ketar-ketir. Tak hanya marak pembotolan rekening nasabah belakangan ini, malah lebih edan lagi sekarang ditemukakn ada kesalahan adminsitrasi yang sangat fantastis.
Yakni, seorang petani di Makassar, Alimin mengaku kaget saat mencetak data akhir buku tabungannya. Sebab jumlah uang di rekeningnya mendadak bertambah menjadi Rp 13 triliun. Namun, selang 3 hari kemudian, tabungannya malah mines Rp 9 triliun.
Meski, pihak Bank Mandiri meminta Alimin bungkam dan tidak memberikan keterangan kepada pers, namun Alimin mengungkapkan juga kasus langka ini kepada media massa cetak dan elektronik. Alhasil, gemparlah beirta dari ‘langit’ ini. Akibatnya, DPRD setempat segera memanggil pimpinan Bank Mandiri Makassar untuk dimintai keterangannya.
Namun, sebelum dipanggil DPRD, pihak Bank Mandiri berkilah kepada media massa, bahwa kasus Alimin, nasabah Bank Mandiri yang sempat menerima transferan dana Rp 13 triliun, terjadi adalah karena kesalahan posting. “Kasus yang terjadi pada 2008 lalu itu juga tidak merugikan nasabah,” kilah Kepala Bank Mandiri Wilayah X Makassar, Edhi Chrystanto, melalui rilisnya kepada media massa, Senin (8/2).
Edhy menjelaskan, pihaknya telah melakukan kesalahan posting pada buku rekening Bank Mandiri milik Alimin. Atas kejadian itu, pihaknya langsung mengoreksi dan mengembalikan jumlah angka tabungan Alimin ke posisi awal. "Kesalahan ini juga kami telah sampaikan secara tertulis pada Alimin, dan sama sekali tidak merugikan nasabah kami," kelit Edhy.
Menurut Edhy, Bank Mandiri menganggap kasus ini sudah tuntas. Namun Edhy tidak mau menyinggung soal dugaan money laundry di balik kasus tersebut.
Sebelumnya, Alimin terkejut bukan kepalang saat mengetahui dana tabungannnya di Bank Mandiri melonjak pesat menjadi Rp 13 triliun. Dan dia lebih terkejut lagi karena tak lama kemudian tabungannya justru menjadi minus Rp 9 triliun.
Alimin adalah petani sederhana di kota Pare-pare, Sulawesi Selatan. Tak hanya sederhana, dia juga gemar menabung. Sedikit demi sedikit, hasil kerja kerasnya disimpan di Bank Mandiri cabang Pare-pare.
Sekitar November 2008, Alimin mendatangi kantor Bank Mandiri cabang Pare-pare. Dia berniat meminta print out tabungannya untuk mengetahui data terbaru jumlah tabungannya. Jantung Alimin mendadak berdegup keras saat melihat deretan angka di buku tabungannya.
"Saldo tabungan saya tertulis Rp 13 triliun. Uang itu masuk pada tanggal 3 November 2008. Padahal tabungan saya hanya sekitar Rp 5 juta," ungkap Alimin kepada detikcom melalui telepon, Senin (8/2/2010).
Wajar memang bila jantung Alimin mendadak berdegup keras. Bagi dirinya yang cuma seorang petani, jumlah uang sebanyak itu di tabungannya adalah sangat tidak masuk di akal. Dia senang, bercampur bingung. Batinnya bertanya-tanya dari mana uang sebanyak itu? Bagaimana bisa dia kaya mendadak? Ini kenyataan atau cuma mimpi?
Semua pertanyaan itu berkecamuk di benak pria berusia 43 tahun ini. Dia juga sempat bertanya ke anaknya, apakah mengirimkan uang ke dirinya sebanyak itu. Tentu saja sang anak menjawab dengan tegas, tidak!
Keterkejutan Alimin ternyata tidak sampai di situ. Tiga hari kemudian dia kembali ke kantor Bank Mandiri. Dia ingin memastikan apakah uang sebanyak itu benar-benar ada di rekeningnya. Tapi kenyataan sebaliknya yang dia dapat. "Ternyata ada penarikan Rp 22 triliun. Jadi tabungan saya minus Rp 9 triliun," ungkap Alimin.
Menurut Alimin, saat itu dirinya langsung lemas. Kalau itu benar, bagaimana bisa dia membayar utang sedemikian besar. Sampai tujuh turunan keluarganya pun utang itu tidak akan lunas.
Alimin akhirnya meminta penjelasan dari pihak Bank Mandiri. Dia memperoleh jawaban, bahwa itu semata-mata persoalan teknis. Alimin diminta tak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Dananya juga dijamin tidak hilang.
Lalu mengapa Alimin baru mengungkapkan kasusnya tersebut sekarang ini? Menurut Alimin, hal itu terkait dengan maraknya kasus rekening nasabah sejumlah bank yang bermasalah belakangan ini. Dia khawatir, apa yang dialaminya sekitar 1 tahun lalu lebih itu menjadi persoalan bagi dirinya.
"Memang selama ini tidak ada masalah dengan rekening saya. Saya juga tidak diminta membayar utang Rp 9 triliun. Saya cuma khawatir ada apa-apa nantinya. Saya ingin tahu dari mana uang itu, dan ke mana larinya, agar tidak jadi masalah di kemudian hari," ungkap Alimin. (*/dtc/ika)
Selasa, 09/02/2010 | 18:49 WIB, oleh siluman bawang
Senin, 08/02/2010 | 16:39 WIB, oleh Muso
| Komentar ke : 1 - 2 | Total : 2 | Halaman : |
