
Jakarta - Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani terus disebut-sebut sebagai pelaku utama skandal Bank Century, dan ada kemungkinan pelaku kriminalisasi dua pejabat pemerintah tersebut adalah pengemplang pajak. "Pejuang antikorupsi selevel Boediono dan Sri Mulyani justru dikriminalkan. Padahal, amat mungkin yang mendesain justru adalah kelompok-kelompok yang punya masalah hukum, tidak taat membayar pajak," kata Staf Khusus Presiden bidang Hukum, HAM, dan KKN, Denny Indrayana.
Denny menduga, pihak-pihak yang menuding Sri Mulyani dan Boediono selama ini justru sedang khawatir. Mereka takut jika sikap Sri Mulyani dan Boediono bisa membahayakan posisi pihak-pihak tersebut. "Dengan kata lain, kriminalisasi terhadap Boediono dan Sri Mulyani adalah bentuk kesekian dan upaya para pelaku korupsi menyerang balik (corruptors fight back)," tandas pakar hukum asal UGM ini.
Menanggapi pernyataan Denny Indrayana selaku Staf Presiden SBY tersebut, anggota Pansus Angket Century DPR dari Golkar, Bambang Soesatyo itu diduga sebagai kepanjangan tangan balas dendam Sri Mulyani terhadap “musuhnya” Aburizal Bakrie (Ketua Umum Golkar) yang diopinikan sebagai pengemplang pajak. “Tuduhan Denny itu ngawur, dan Golkar bisa menuntut secara hukum kalau mau,” seru bambang dalam dialog di Metro TV, Senin (8/2) pagi.
Ia pun yakin pernyataan Staf Presiden SBY itu ditujukan kepada Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie yang juga pemilik Bakrie Group sebagai salah satu “penunggak pajak” yang namanya terdaftar di Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan pimpinan Sri Mulyani. “Ya (ucapan Denny) ini orang sudah tahu, arahnya ke mana, pasti kepada ketua umum kami (Bakrie). Jadi penasihat Presiden jangan berbuat keliru,” papar Bambang.
Menurutnya, Pansus Century DPR bekerja murni untuk menuntaskan kasus Century yang memang terindikasi ada ketidakberesan dalam pengucuran bailout mencapai Rp 6,7 triliun, bukan bertujuan untuk menjatuhkan orang per orang. Vokalnya Golkar juga bukan untuk mempengaruhi Pansus guna melengserkan Sri Mulyani dan Boediono. “Tak mungkin Golkar bisa pengaruhi Pansus (Century). Anggota Golkar di Pansus hanya enam orang, sedangkan Demokrat delapan orang dan ada satu yang jadi pimpinan Pansus. Bagaimana Golkar bisa pengaruhi Pansus?” ujar anggota Pansus dari Golkar ini.
Bambang juga membantah tudingan bahwa Golkar yang mempengaruhi DPR untuk menjerat Sri Mulyani sebagai tokoh yang bersalah di balik pengucuran bailout Bank Century karena Menteri Keuangan ini gencar “bermusuhan” dengan ketua umum Golkar Aburizal Bakrie. “Tidak mungkin Golkar lakukan hal itu. Karena junmlah anggota Golkar Cuma 106 orang,s edangkan tang tandatangan hak angket Century ada 502 anggota DPR,” jelas anak buah Aburizal Bakrie ini.
Pandangan Awal & Akhir Tak Beda
Hari ini, Senin (8/2), Pansus Hak Angket Century DPR RI akan mendengarkan pandangan awal dari Fraksi-fraksi. Partai Golkar memastikan tidak akan ada yang berbeda antara pandangan awal dan pandangan akhir untuk kasus Bank Century tersebut.
"Tidak akan ada pandangan yang beda antara pandangan awal dan pandangan akhir nantinya dari fraksi kami, nggak mungkin kalau di awal kita bilang kerbau terus nantinya jadi kambing, jadi sebenarnya pandangan awal ini juga merupakan kesimpulan dari fraksi Golkar," tegas anggota Pansus dari Golkar, Bambang Soesatyo.
Pada pandangan awal nanti, Fraksi Golkar akan membeberkan 54 pelanggaran hukum yang ditemukan dalam kasus Bank Century. Selain itu, Golkar juga akan menyampaikan pihak mana yang harus bertanggung jawab terhadap kebijakan bailout Bank Century
"Kita akan sampaikan 54 temuan pelanggaran hukum terhadap kasus ini, sudah dikelompokkan ke dalam 4 tindakan pidana, yaitu tindak pidana korupsi, tindak pidana perbankan, money laundry dan tindak pidana umum dan soal siapa yang akan bertanggung jawab, nanti akan kita kemukakan juga, yang jelas dari pihak KSSK, BI sampai ke level direktur, pihak LPS juga manajemen Bank Century itu sendiri," tuturnya.
Pandangan awal ini, bagi Bambang sangat penting. Ini merupakan progress report dari pansus untuk publik, karena masyarakat ingin mengetahui sejauh mana keseriusan tim pansus untuk mengungkap kasus Century. Apalagi saat ini Pansus sudah mendekati kesimpulannya pada bulan Maret mendatang. (*/jpc/dtc)
