
Jakarta - Kepanikan Partai Demokrat menjelang pembacaan pandangan dari berbagai fraksi mengenai kesimpulan sementara hasil investigasi Pansus Century DPR, dinilai sangat menggelikan. Partai Demokrat dituding sama saja mengajak setiap fraksi koalisi untuk menutupi fakta indikasi korupsi yang telah terang benderang.
"Sungguh megherankan jika Demokrat mengancam kami dengan reshuffle kabinet, artinya ada usaha menutupi fakta-fakta indikasi korupsi yang terang benderang, jadi maaf saja jika kami tak dapat penuhi ekspektasi Demokrat," ungkap anggota Pansus Century dari Golkar, Bambang Soesatyo, Sabtu (6/2), seperti dilansir Media Indonesia.
Bambang menegaskan ancaman reshuffle tak akan mempan terhadap anggota pansus. Reshuffle, imbuhnya, adalah permasalahan ketua partai politik dan presiden, tidak ada kaitannya dengan pembeberan fakta pansus. konsistensi fraksinya tersebut bekaitan erat dengan masa depan partainya di 2014 nanti. Masyarakat tentunya kan berpaling dari partai yang tak berkomitmen terhadap pembukaan fakta-fakta yang sebenarnya. "Kita tetap pada posisi sesuai fakta yang da. Publik sudah dapat menilai bagaimana perjalanan pansus selama ini," jelasnya.
Hingga saat ini, lanjut dia, fraksinya telah menyimpulkan sedikitnya ada 54 pelanggaran dalam kasus Century. Semua pelanggaran tersebut terindikasikan mulai dari proses akuisisi hingga pemberian dana talangan. Bahkan dari info yang dikumpulkannya, hampir semua fraksi menyimpulkan adanya pelanggaran korupsi dalam kasus Century.
"Selain Golkar, Fraksi PDIP telah siap membeberkan 45 pelanggaran, F PPP menilai ada 27 pelanggran, F PKS menyimpulkan 18 pelanggran, Hanura bahkan menyimpulkan ada 62 pelanggaran, dan semua akan dipaparkan Senin nanti saat pemaparan kesimpulan sementara setiap fraksi. Jadi apa iya, Demokrat mau berbalik arah dan menyerang kami semua?" tantangnya
Hanura Tolak Negosiasi
Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menolak tawar menawar terkait megaskandal bailout Bank Century Rp 6,7 triliun. Ketua Umum Partai Hanura Wiranto malah prihatin bahwa kasus Century ini telah mengganggu koalisi Pemerintahan Presiden SBY. "Tidak ada tawaran, tawaran silahkan saja. Kami tetap pada posisi penyeimbang. Dari awal memang kalau kami menerima tawaran, barangkali sudah tidak dalam posisi penyeimbang," kata Wiranto, Sabtu (6/2).
Hanura menjadi bagian kecil dari Pansus, secara perbandingan rasio hanya seorang dari 30 anggota Pansus. "Bukan berarti bahwa itu lemah. Menurut saya, kekuatan di Pansus adalah bagaimana seorang wakil rakyat mampu menyajikan fakta apa adanya dan punya keberanian untuk menyatakan apa adanya tanpa satu intervensi atau pengaruh dari tekanan siapa pun. Di sini saya katakana Hanura retap konsisten, kami tidak akan kompromi, tidak tergiur dalam menegakkan kebenaran itu, itu target Hanura," tegasnya.
Wiranto mengatakan justru prihatin mengapa sebuah kasus Bank Century merembet sampai pada satu koalisi besar yang seharusnya mempertahankan eksistensinya untuk membangun kestabilan politik jutru terganggu. "Hanura tidak sama sekali masuk ke urusan itu, urusan internal pemerintah, urusan internal Partai Demokrat. Hanura tetap konsisten bagaimana masuk dalam usaha menegakkan kebenaran lewat Pansus Bank Century," jelasnya.
Hanura, lanjut Wiranto, bekerja bukan mebidik orang per orang. Target Hanura bukan menjatuhkan perjabat-pejabat tertentu. "Target kita adalah membongkar seterang-terangnya masalah Bank Century kepada masyarakat. Kemudian kalau seandainya di antara pejabat ternyata ada yang melanggar hukum, terlibat masalah pidana atau ketatanegaraan, ada hukum yang nanti akan menyelesaikannya, bukan pansus. Oleh karena itu kembali lagi, kami sama sekali tidak menyebut nama tertentu sebagai target. Kami selalu mengedepankan kebenaran sebagai sasaran utama."
Ketua Umum Partai Hanura ini menegaskan, masalah Bank Century sudah terang benderang. Masyarakat sudah dapat menilai bahwa ada yang salah dalam bailout Century. Saat ini hanya tinggal tingkat kesalahannya bagaimana apakah kesalahan ringan atau berat.
"Tidak mungkin tanpa ada kesalahan. Kalau tanpa kesalahan, tentu tidak sampai masuk pansus. Karena itu saya mengimbau kepada para pejabat, barangkali dalam Pansus Century, supaya mengedepankan kebenaran dan kejujuran. Kalau kejujuran sudah mengedepan saya kira semuanya akan menjadi jelas dan terang benderang," tandasnya. (*/MI)
