Banner space (950x60)
 
Bookmark and Share
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
go-jakarta.com
Banyak Pejabat Disuap, Partai Diselewengkan
lokasi: Home / Berita / Politik / [sumber: Jakartapress.com]
Sabtu, 06/02/2010 | 21:07 WIB
Banyak Pejabat Disuap, Partai Diselewengkan

Jakarta - Bangsa ini telah rusak, banyak pejabat serakah dan memperkaya diri sendiri. Akhirnya, mau disuap dan korupsi. Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto  dalam pidato HUT ke-2 Gerindra di kantor DPP Gerindra, Jakarta, Sabtu (6/2). "Partai sekarang banyak diselewengkan, banyak pejabat menerima suap," tegas Prabowo.

Prabowo menyerukan agar para kader Gerindra di pusat maupun daerah, mewaspadai infiltrasi dari antek-antek kapitalis dan imperialis. Seluruh kader harus kompak dan disiplin. "Harus loyal dan patuh, kalau tidak patuh lebih baik mundur," tutur mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad ini.

Menurut Prabowo, sekarang ini ada yang ingin bergabung karena ingin mendapat jabatan. Kalau tidak dapat jabatan, akan pindah ke partai lain. “Gerindra harus bekerja untuk rakyat. Lebih baik orang tidak dikenal tapi hatinya baik dan berkerja untuk rakyat. Hal yang baik adalah dari rakyat. Nggak terkenal, nggak apa-apa, nggak usah ragu-ragu," tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengimbau para kader Gerindra harus bergerak secara bersama-sama dengan rencana yang matang. "Bagaimana sepak pola dalam mengiring bola pun perlu kerjsama dan strtaegi. Kalau tidak ada kerjasama, saya tidak mau jadi dewan pembina bagi gerombolan," jelasnya.

Pada bagian lain, Prabowo meminta seluruh kader partai agar selalu militan dan disiplin. "Partai kita harus militan dan disiplin," serunya sembari menambahkan, disiplin mutlak dibutuhkan dalam organisasi. Tanpa disiplin, partai tidak ada bedanya dengan gerombolan. "Saya tidak mau menjadi ketua dewan pembina gerombolan," tegasnya.

Prabowo menegaskan semua kader Gerindra juga harus loyal. Menurutnya Partai bukan tempat mencari kekuasaan. "Kuncinya ada pada kekompakan. Semua harus loyal, yang tidak patuh silakan keluar," tandas Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra.

Sementara itu, Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani yang juga anggota Pansus CenturyDPR  menambahkan, Prabowo meminta Pansus bisa mengungkap siapa yang harus bertanggungjawab dalam kasus bailout Bank Century. "Bapak (Prabowo) pesan, pansus harus bisa menunjukkan siapa yang salah dan siapa yang benar," jelas Muzani. Selain itu, lanjutnya, Prabowo juga meminta agar Pansus harus mencari kebenaran yang hakiki, dibalik pengucuran dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (*/ira/inc)

Banner space (468x60)
 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam:
 
RE:Banyak Pejabat Disuap, Partai Diselewengkan 
Sabtu, 06/02/2010 | 22:00 WIB, oleh Pro rakyat
 
untuk mendapat eselon IV sediakan uang 20 Juta, eselon III 75 juta eselon II 300 Jt.........................................akhirnya main rekayasa apabila sudah duduk dijabatan kacian deh Ibu Pertiwi
 
Komentar ke : 1 - 1 | Total : 1 | Halaman :