
KALANGAN umat Islam Indonesia tidak perlu menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS), Barrack Obama. Sebaiknya, umat Islam hendaknya menunjukkan keramahtamahan bangsa Indonesia terhadap tamu negara.
"Tidak perlu disikapi negatif apalagi sinis, maka saya tidak setuju kalau ada kawan yang menolak kedatangannya (Obama)," tutur Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin usai seminar nasional pra muktamar Muhammadiyah ke-46 di kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Jalan Kapas, Yogyakarta, Sabtu (6/2).
Menurut Din, sebaiknya bangsa Indonesia menerima atau menyambut tamu tersebut dengan baik. Sebab bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah tamah. "Seyogyanya kita menunjukkan keramahtamahan terhadap setiap tamu negara. Apalagi dalam perspektif Islam kita harus menghormati tamu," serunya.
Din menilai, keinginan Obama untuk membuka hubungan baru dengan dunia Islam dengan dasar saling memahami dan menghargai harus disambut baik. Di forum internasional, Din yang menjabat sebagai wakil sekjen mewakili rakyat Asia, pihaknya justru menyambut baik harapan Obama tersebut sehingga bisa direalisasikan dengan baik.
Ia pun menganggap, kedatangan Obama ini merupakan momentum yang penting untuk bangsa dan umat Islam. Umat Islam harus dapat membuktikan tentang Islam yang sebenarnya di mata internasional.
"Saatnya kita berdialog. Dan saya menghargai dan memahami adik-adik mahasiswa dan elemen umat Islam yang mau melakukan demo penolakan. Sebaiknya kita sambut, justru kita sampaikan pikiran-pikiran kita kepada Presiden Obama," papar pentolan Muhammadiyah ini. (*/dtc/ita)
Kamis, 11/03/2010 | 11:58 WIB, oleh SyauQi AtiiQ
1. Obama adalah kepala negara dari negara penjajah Amerika Serikat bertentangan dengan sikap politik Indonesia yang anti penjajahan
2. Kedatangan Obama untuk memastikan dan mengokohkan Indonesia sebagai negara kapitalis sekuler yang telah menjadi sumber berbagai persoalan di Indonesia.
3. Kedatangan Obama untuk mengokohkan penjajahan ekonomi lewat perusahaan Amerika yang merampok kekayaan alam Indonesia di Aceh, Riau, hingga Papua.
4. Kedatangan Obama merupakan sebagai bagian dari politik belah bambu di dunia Islam yang menampilkan citra positif Amerika untuk menutupi kejahatannya di negeri Islam lainnya.
5. Obama memerangi kaum muslimin di Afghanistan bahkan mengirim 30 ribu pasukan tambahan yang telah menewaskan ribuan umat Islam termasuk anak-anak dan ibu-ibu.
6. Obama tidak sepenuhnya menarik pasukan AS dari Irak yang selama pendudukan AS telah membunuh lebih 1 juta umat Islam
Kamis, 11/03/2010 | 11:57 WIB, oleh SyauQi AtiiQ
8.Obama dengan setia menjadi pendukung setia Zionis Israel yang hingga saat ini terus membantai umat Islam di Palestina.
9. Obama tidak mengecam sama sekali ketika Israel membantai lebih kurang 1300 muslim di Gaza sebaliknya bahkan mendukung tindakan kejam Zionis Israel itu
10.Status negara Amerika adalah Muhariban Fiâlan karena secara langsung membunuh umat Islam, haram melakukan hubungan dalam bentuk apapun. Islam mengharamkan kaum muslimin menyambut pembunuh umat Islam yang merupakan musuh Allah SWT dan musuh Umat Islam apalagi menjadikannya sebagai sahabat dan tamu terhormat
Senin, 08/03/2010 | 09:59 WIB, oleh abdul fattah
Rabu, 17/02/2010 | 10:01 WIB, oleh nn
| Komentar ke : 1 - 4 | Total : 4 | Halaman : |
