
PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyentil sejumlah aksi unjuk rasa yang digelar beberapa waktu lalu. Presiden menilai penyampaian aspirasi seharusnya dilakukan secara bermartabat. "Tanpa mengganggu demokrasi dan kebebasan berekspresi, tapi pranata sosial dan kepantasan perlu dijaga," kata SBY saat memberikan pengantar dalam rapat kerja di Istana Presiden, Cipanas, Selasa (2/2).
SBY mencontohkan aksi unjuk rasa yang membawa pengeras suara besar lalu menuding dirinya dan wakil Presiden Boediono serta para menteri sebagai maling. "Teriak-teriak SBY maling, Boediono maling, menteri-menteri maling, tapi tidak bisa diapa-apakan," kata Presiden.
Ia juga menyentil pengunjuk rasa yang membawa kerbau lalu menyamakan dirinya dengan kerbau itu. "Ada yang bawa kerbau. SBY badannya besar, malas, bodoh, seperti kerbau," kata Presiden memberi contoh.
SBY mengatakan, demokrasi harus bermartabat, tertib, dan mendorong kebersamaan dan persatuan. "Semangatnya tidak untuk memasung demokrasi," tutur Kepala Negara.
Presiden SBY menyampaikan hal tersebut saat memaparkan agenda pembahasan rapat kerja dengan para gubernur dan para menteri di Istana Cipanas. Acara dihadiri seluruh Gubernur se-Indoensia dan para Menteri.
Ada enam agenda yang akan dibahas dalam rapat kerja ini, yaitu tata ruang, pangan, energi, infrastruktur, program-program pro rakyat, serta reformasi dan keamanan serta penegakkan hukum. Pembahasan keenam agenda tersebut terkait Program Nasional Jangka Menengah 2010-2014. (*/Tempo)
Kamis, 04/02/2010 | 01:46 WIB, oleh dafdd
| Komentar ke : 1 - 1 | Total : 1 | Halaman : |
