
Dalam dunia hiburan, khususnya film, nama Riri Reza sangat diperhitungkan. Riri merupakan salah seorang sutradara berbakat di negeri ini. Pria yang memiliki nama asli Mohammad Rivai Riza ini lahir di Makassar, pada Oktober1970. Ketika masih duduk di bangku SMA, Riri lebih dikenal sebagai anak band. Kegiatannya dalam bermusik ini digelutinya sejak SMP. Setelah tamat SMA, ia berencana masuk Jurusan Musik Institut Kesenian Jakarta (IKJ), namun saat mengetahui di sana ada Jurusan Film, Riri tertarik untuk masuk jurusan tersebut. Pilihan Riri masuk jurusan ini ternyata tidak salah, karena dari bidang inilah namanya sebagai seorang sutradara melambung. Selain dikenal sebagai seorang anak yang gemar musik, ternyata Riri telah akrab dengan dunia film sejak ia kecil. Ayahnya adalah seorang pejabat di Departemen Penerangan RI pada masa Orde Baru. Ia sering diajak ayahnya ke pelosok daerah untuk memutar film pembangunan.
Riri merupakan lulusan terbaik di angkatannya. Setamat kuliah ia menekuni dunia film. Film pertamanya berjudul "Sonata Kampung Bata" meraih penghargaan dalam Festival Film di Jerman. Setelah itu, Riri rajin membuat karya senematografi, seperti film pendek, film documenter, film televisi, sinetron, dan film layar lebar. Film-film yang disutradarainya antara lain "Siulan Bambu Toraja" (1995), "Kupu-Kupu di Atas Batikku" (1995), "Nafas Batu Merapi" (1996), "Mata Ketiga" (1997), film televisi "Buku Catatanku" (1997), sinetron "Kupu-Kupu Ungu" episode Emilia dan AIDS (1998). Sedangkan film layar lebar yang digarapnya, yaitu "Kuldesak" (1998), "Petualangan Sherina" (2000), "Eliana, Eliana" (2002), "Gie" (2005), "Untuk Rena" (2005), "3 Hari Untuk Selamanya" (2007), dan "Laskar Pelangi" (2008) bersama Mira Lesmana.
Selain bertindak sebagai suradara, Riri juga kadang kala bertugas sebagai penulis skenario dan produser dalam film-filmnya tersebut. Pada 2001, Riri melanjutkan kuliah masternya di Media Arts Department, Royal Holloway University, London, Inggris, dalam bidang penulisan skenario film. Film terakhirnya, "Laskar Pelangi", yang disutradarai bersama Mira Lesmana, mencatatkan rekor penonton yang luar biasa. Film tersebut mengalahkan rekor film "Ayat-Ayat Cinta" yang juga mencatat rekor fantastis. "Laskar Pelangi" diangkat dari novel laris, karya Andrea Hirata.
Berbagai penghargaan telah diterima Riri dalam bidang sinematografi, salah satunya Best Young Cinema dan penghargaan khusus dari juri Networking for Promoting Asian Cinema dan Federation of International Film Critics, pada Festival Film Internasional di Singapura, untuk film "Eliana, Eliana" (2002).Pada ajang Brussels International Independent Film Festival di Belgia, yang diselenggarakan pada 4-9 November lalu, Riri menjadi pemenang kategori sutradara terbaik untuk film "3 Hari Untuk Selamanya".(Fandy/dari berbagai sumber)