Jakarta - Menko Kesra Aburizal Bakrie membantah adanya kabar yang mengatakan bahwa dirinya berselisih dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani seputar kasus Grup Bakrie. Bantahan Ical — panggilan akrab Aburizal Bakrie ini disampaikannya dalam wawancara dengan majalah Forbes Jumat lalu.
"Saya tidak pernah berselisih dengan Sri Mulyani. Kami berdua ada di kabinet, dan kabinet ini sangat kuat di bawah kepemimpinan presiden. Dia (Sri Mulyani) telah melakukan pekerjaan yang hebat. Kabinet ini bersatu, tidak ada perpecahan di kabinet," elak Ical.
Ical dan Sri Mulyani sempat dikabarkan berseteru soal pencabutan suspensi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Namun Ical yang Desember lalu ditulis oleh Forbes sebagai orang terkaya di Indonesia memiliki kekayaan 5,4 Miliar dolar AS itu membantah dirinya ikut mencampuri masalah bisnis grup Bakrie.
"Saya? Tidak pernah. Tak pernah. Saya bukan lagi seorang pebisnis. Saya tahu apa yang (keluarga saya) lakukan, namun saya bukan lagi seorang pebisnis," kilah Ical.
"Saya pergi ke kantor perusahaan untuk berdoa, iya. Dan jika pada suatu petang saudara saya ingin memberikan laporan, oke, kita akan mendiskusikannya. Tapi itu saja," sambung bos perusahaan grup Bakrie serta pemilik TV-One dan An-TV ini.
Saat ditanya apakah grup Bakrie adalah sebuah contoh dari apa yang disebut sebagai best practices soal transparansi dan tata kelola yang baik di Indonesia , Ical justeru balik bertanya:. "Apa yang Anda maksud dengan transparansi ketika Anda membicarakan dengan Goldman Sachs? Ketika Anda membicarakan tentang Lehman Brothers? Citibank? General Motors? Transparansi apa yang ingin Anda lihat?"
"Saya kira kita lebih transparan ketimbang semua nama yang saya sebutkan tadi. Fannie Mae, Freddie Mac, sebut saja! Transparansi apa itu?" tambah Ical lagi sembari bertanya.
"Ketika Anda bicara tentang tata kelola, Apakah Anda berpikir perusahaan yang bangkrut harus membayar CEO-nya ratusan juta dolar? Lihat apa yang terjadi dengan AIG. Apakah itu tata kelola yang kita ingin bicarakan? Kita lebih transparan dan kita memiliki governance. Kehidupan sangat keras saat ini bagi siapapun," kata Ical. (ARI)