
Jakarta – Menko Kesra Aburizal Bakrie menyatakan, dirinya tidak akan mau lagi menduduki jabatan menteri kabinet hasil Pemilu 2009, siapa pun presidennya termasuk jika pasngan SBY-JK terpilih lagi. "Saya akan mundur dari kabinet," kata Ical -- panggilan Aburizal Bakrie di Jakarta, Selasa (18/11).
Ical mengaku, dirinya sudah izin kepada Presiden SBY dan Wapres JK, terkait ketidakinginannya untuk duduk di kabinet setelah Pemilu 2009. "Saya sudah berbicara dengan Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla, bahwa saya akan bekerja sosial dan itu bukan di pemerintahan," aku Ical.
Bisa ditebak, dengan mundurnya Ical tersebut akan membuat Partai Golkar kehilangan salah satu sumber dananya. Demikian juga dalam Pemilu 2009 nanti tentu Ical tak perlu lagi menopang dana kampanye SBY-JK. Ical tercatat sebagai orang Indonesia terkaya versi Majalah Forbes dengan aset kekayaan Rp 49,68 triliun ini memiliki berbagai perusahaan, serta pemilik TV-One dan An-TV.
Belakangan, sejumlah gonjang ganjing kebangkrutan melanda Bakrie Group. Salah satu yang menghebohkan turunnya harga saham Bumi Resources (BUMI). Bahkan, Ical juga digoyang isu lumpur Lapindo yang sudah jatuh masa tempo pembayaran.
Sementara Staf Khusus Menko Kesra Lalu Mara Satria Wangsa, membantah adanya kabar bahwa ketidakinginan Ical duduk di Kabinet SBY-JK usai pemilu 2009 disebabkan Menko Kesra itu tidak mesra lagi dengan Presiden SBY. "Tidak, tidak begitu konteksnya," bantah juru bicara Ical ini.
Menurut Lalu Mara, Ical ingin lebih dekat dengan keluarga setelah tidak mau duduk lagi menjadi menteri nanti. Ical juga tidak ingin lagi berkecimpung dalam bidang politik dan pemerintahan. Waktunya akan dihabiskan untuk keluarga dan mengurus yayasan sosial keluarga. "Akan lebih banyak mengurus kegiatan sosial dan bersama keluarga," katanya.
Ia juga membantah bahwa kemunduran Ical itu terkait dengan masalah Bumi Resources. “Pak Ical kan , bukan lagi pengusaha, (tapi) pejabat negara. Soal Bumi, menjadi urusan perusahaan, biarlah perusahaan yang menyelasikannya," elaknya.
Lalu Mara menegaskan, meskipun Ical tidak lagi bersedia duduk dalam kabinet pasca Pemilu 2009, namun masih tetap berkomitmen menyelesaikan masa tugasnya hingga tuntas selaku Menko Kesra pada masa pemerintahan Presiden SBY.
“Yang benar bukan mengundurkan diri (dari jabatan Menko). Tapi tidak bersedia lagi didudukan sebagai menteri biarpun Pak SBY terpilih lagi pada Pemilu 2009," jelasnya.
Sebelumnya, dalam wawancara dengan majalah Forbes, Ical mengaku pengunduran dirinya dari kursi kabinet nanti fokus utamanya bukan pada bisnisnya ataupun politik, melainkan kegiatan amal. "Saya sudah bilang pada Presiden Yudhoyono dan (Wakil Presiden) Jusuf Kalla bahwa saya akan mengabdi pada kegiatan amal, bukan di pemerintahan," ucap Ical.
Menurut pria berusia 62 tahun ini, dirinya telah lima tahun mengabdikan diri pada pemerintah. "Sekarang saya ingin bermain-main dengan cucu-cucu saya. Saya ingin bertanggung jawab untuk yayasan amal keluarga saya," kilah Ical. (ARI)
| Komentar ke : 1 - 1 | Total : 1 | Halaman : |