RSS
06 Januari 2009
HomeNasionalPilpresPilkadaPartai-PartaiBisnisEnergiIndeks
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
blitzmegaplex
Lumpur Lapindo Luber, Pemukiman Warga Banjir
lokasi: Home / Berita / Nasional / [sumber: Jakartapress.com]
Selasa, 18/11/2008 | 16:48 WIB - Dibaca 69 Kali

Sidoarjo - Hujan yang mengguyur kawasan Porong semalam membuat penuh kolam penampungan lumpur (pond) Renokenongo. Bahkan, kini air lumpur sudah mulai meluber melalui tanggul titik 42 yang tingginya sekitar 3 meter dan mengalir deras ke area pemukiman warga Dusun Risen, Renokenongo dan Desa Glagaharum, Porong. Selain itu, pencegahan luberan air lumpur itu sendiri sulit dilakukan dengan meninggikan tanggul, karena akses jalan diblokir warga Renokenongo yang mendirikan tenda, menuntut realisasi uang muka 20 persen.

Ahmad Kusairi, Staf Humas BPLS mengakui luberan air lumpur dari tanggul Renokenongo titik 42 itu akibat terdorong air hujan yang mengguyur kawasan Porong selama 2 jam semalam. Padahal sebelumnya, kata dia, kolam itu sudah kritis. Tingginya volume air yang ada di kolam sudah menyentuh bibir tanggul. "Apalagi semalam ditambahi air hujan, air lumpur akhirnya meluber ke kawasan Risen dan Glagaharum yang posisinya di bawah tanggul Renokenongo," ujar Kusairi, Selasa (18/11/2008).

Tidak bisanya upaya penanggulan dilakukan, lanjutnya, karena tanggul yang menghubungkan Renokenongo dan Glagaharum itu masih diblokir oleh warga Renokenongo. "Warga penghuni Pasar Porong Baru (PPB) itu melarang melakukan penanggulan di kawasannya sebelum uang muka 20 persen cair," ujar Kusairi menirukan alasan warga.

Namun, tambahnya, agar luberan tidak semakin meluas, pihaknya minta PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) untuk segera membayar uang muka itu agar penanggulan bisa dilakukan. "Kalau mereka sudah mendapat uang muka 20 persen, mereka janji akan mempersilahkan melakukan penanggulan," terangnya. Selain minta segera merealisasikan keinginan warga, BPLS juga minta Lapindo meninggikan tanggul utama pusat semburan agar lumpur panas bisa mengalir ke selatan, bukan ke utara. "Jika terus dialirkan ke utara dan lumpur mengalir ke pond Renokenongo, bisa dipastikan Desa Glagaharum akan tenggelam oleh luberan air lumpur dari tanggul Renokenongo," pungkasnya. (agg)

 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: