Jakarta – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membantah kabar yang menyatakan bahwa perseroan akan membuang tawaran Northstar Pacific Partners Ltd dan menerima tawaran San Miguel. "Kami tidak pernah berhubungan dengan San Miguel, sampai saat ini tidak ada tawaran dari San Miguel kepada BNBR" jelas Nalinkant Rathod dalam Public Expose BNBR di Jakarta, Senin (17/11).
Sebagaimana diketahui, sudah seminggu lebih media massa memuat berita tentang San Miguel, perusahaan makanan dan minuman yang menawar 50% saham Bumi dengan harga US$ 200 juta, serta opsi buyback selama 5 tahun. Tidak jarang ada pihak yang meragukan kesungguhan San Miguel untuk membeli Bumi. Bahkan, muncul pertanyaan mengapa San Miguel yang bergerak di bidang makanan dan minuman tertarik untuk membeli Bumi? Apa kepentingan yang tersimpan di balik keinginan niat San Miguel?
Pertanyaan tersebut akhirnya terjawab dalam Public Expose yang diselenggarakan BNBR di Wisma Bakrie 2 lantai 20 pada Senin (17/11). Nalinkant A. Rathod sebagai Direktur Utama PT Bakrie & Brothers Tbk menyatakan bahwa tidak pernah berhubungan dengan San Miguel. Sampai saat ini tidak ada tawaran dari San Miguel kepada BNBR. Selain itu, Nalinkant juga menyatakan kesungguhannya menangani transaksi dengan Northstar. "Kami berupaya untuk menyediakan 35% saham Bumi dalam keadaan free and clear. It's really simple thing, kalau ada uang maka saham yang diRepo dapat diambil kembali", katanya.
Pernyataan tersebut dipertegas dengan penjelasan Yuanita Rohali, Direktur Keuangan BNBR. "Saat ini BNBR sangat serius menangani transaksi dengan Northstar. Kami yakin bisa menyediakan 35% saham Bumi," jelasnya.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa San Miguel memberikan penawaran senilai US$ 2 miliar atas 51% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Kabar tersebut mengatakan, manajemen BNBR bakal mementahkan tawaran Northstar yang hanya sebesar US$ 1,3 miliar. "Kalau memang dia (San Miguel) tawar segitu, nggak mungkin kita nolak," ujar Nalinkant.
Mengenai due dilligence dengan Northstar Pacific, Nalinkant mengatakan prosesnya masih berlangsung dan hingga saat ini belum ada perubahan nilai tawaran akibat penurunan tajam saham BUMI sejak dibuka suspensinya 6 November lalu. "Kami belum menerima renegosiasi nilai tawaran dari Northstar akibat penurunan harga saham BUMI karena Northstar memang berencana membeli bukan dengan mengacu pada harga pasar BUMI melainkan pada value fundamental perusahaan," jelas Nalinkant.(Indri).