Jakarta- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tetap akan memakai mekanisme konvensi untuk mencari figur figur calon presiden. Ada 3 poin yang menjadi pertimbangan bagi peserta yang mengikuti konvensi. 3 poin itu menurut penjelasan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar antara lain, tingkat popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas. Bila dari salah satu poin itu tidak dimiliki peserta konvensi, otomatis figur tersebut tidak layak dijual. "Kalau populer saja, tidak memiliki akseptabilitas, tidak memiliki daya terima, tidak memiliki daya pilih nggak ada artinya," kata Muhaimin saat ditemui di gedung DPR sore ini.
Konvensi yang digelar PKB tidak sebatas untuk kalangan internal semata. Kalangan eksternal juga boleh ikut. Sampai saat ini lanjut Cak Imin-begitu ia akrab disapa, belum memutuskan waktu pelaksanaan konvensi. Meski sebelumnya, hasil Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) yang digelar di Balai Kartini 11 November lalu mengagendakan pelaksanaan konvensi ditargetkan bisa berlangsung akhir Desember mendatang. "Akhir Desember baru membahas sistemnya. Masih terbuka peluang bagi semua yang ingin berkomunikasi dan bersosialisasi di jajaran pengurus dan pendukung PKB. " ujarnya.
Ditambahkan Cak Imin, strategi konvensi tidak ingin dibahas terburu-buru. Waktu luang yang ada ini dimanfaatkan untuk mencari bentuk "Kita juga mau dulu melihat hasil pemilihan legislatif," paparnya. Lantas bagaimana dengan pencalonan dirinya? "Ya, kalau saya didukung, tapi kemudian elektabilitasnya rendah, kita nggak mau sia-sia." (Son)