Jakarta – Meski sikap Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban belum jelas soal nama calon presiden (capres) yang akan diusung PBB pada pemilihan presiden (pilpres) 2009, namun Ketua Majelis Syuro DPP PBB Yusril Ihza Mahendra tetap bersikeras dirinya menyatakan siap maju menjadi capres dalam pilpres 2009.
Untuk memuluskan jalannya merebut kursi presiden, Yusril pun menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk berkoalisi dengan partai lain. "Saya akan maju jadi presiden lewat PBB, bukan partai lain karena saya sebagai salah seorang pendiri PBB, kecuali jika ada koalisi dengan partai lain," kata Yusril di Jakarta, Minggu (16/11).
Sebelumnya, MS Kaban secara implisit menyebut duet SBY-JK untuk diusung kembali sebagai capres/cawapres oleh PBB dalam Pilpres 2009. "Kalau kita ingin pembangunan berkesinambungan, maka pasangan SBY-JK harus dipilih kembali," kata Ketua Umum DPP PBB itu, Jumat lalu.
MS Kaban menilai, duet SBY-JK merupakan pasangan yang pas untuk memimpin bangsa. "Figur yang tampil dan terbaik saat ini adalah SBY-JK, dan Yusril sebagai yang muda, sedangkan partai sudah merumuskan seperti itu," tegas Kaban yang juga menjabat Menteri Kehutanan.
Tentang kasus yang menimpa dirinya terkait pengadaan akses Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum), Yusril menganggap dirinya telah dizalimi karena ada pembentukan opini tidak berdasar pada masalah sebenarnya. Ia berharap rakyat memahami kasus ini lebih bernuansa politis daripada sebagai kasus hukum.
"Kasus ini seolah-olah saya dikerjai, dizalimi karena telah membentuk opini tidak berdasar. Tapi, saya yakin cepat atau lambat rakyat akan mengetahui," umpat Yusril.
Ia menambahkan, PBB berencana akan mengajukan uji materil kepada Mahkamah Konstitusi terkait persyaratan Parliamentary Treshold yang ditetapkan dalam UU Pilpres. UU menyebutkan sebuah partai berhak mengajukan calon asalkan memenuhi kursi parlemen sebanyak 20% atau 25% perolehan suara nasional.
"Sebelum pemilu harus sudah diumumkan kapan Presiden akan sahkan itu. Selanjutnya, akan kami bawa ke MK untuk uji materil," sahutnya.
Salah satu pendiri PBB ini berharap partainya mengusung dirinya sebagai capres pada pilpres 2009. "Saya berharap maju melalui PBB, dan untuk itu PBB harus mempunyai suara yang cukup untuk mencalonkan dirinya sebagai presiden," tutur mantan Menteri Hukum dan HAM ini.
Guna mewujudkan keinginan menjadi presiden, Yusril telah melakukan serangkaian kegiatan seperti "roadshow" ke berbagai daerah di tanah air. "Kami sudah mulai dan sudah jalan kemana-mana. Minggu yang lalu saya dari Buton, terus ke Makassar, dan tadi malam baru pulang dari Gorontalo untuk persiapan Pemilu 2009 dan pemilihan presiden tentunya," kata mantan guru besar hukum tata negara UI.
Yursil menambahkan, PBB berencana mengajukan judicial review (uji materil) ke Mahkamah Konstitusi terkait persyaratan Parliamentary Treshold yang ditetapkan dalam UU Pilpres. UU menyebutkan sebuah partai berhak mengajukan calon asalkan memenuhi kursi parlemen sebanyak 20% atau 25% perolehan suara nasional. "Sebelum pemilu harus sudah diumumkan kapan Presiden akan sahkan itu. Selanjutnya, akan kami bawa ke MK untuk uji materil," tegasnya. (ARI)
| Komentar ke : 1 - 1 | Total : 1 | Halaman : |