Jakarta - Ketua Majelis Pertimbangan Pusat DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bachtiar Chamsyah mengungkapkan, PPP cenderung untuk mengusung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (SBY-JK) menjadi capres dan cawapres kembali dalam Pilpres 2009. Namun, keputusan resmi baru akan disampaikan dalam Mukernas PPP setelah pemilu legislatif.
"Ada kecenderungan di PPP untuk kembali mengusulkan SBY-JK menjadi capres dan cawapres 2009," ungkap Bachtiar Chamsyah di sela-sela acara Syukuran penganugerahan gelar pahlawan kepada M Natsir oleh Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) di gedung Departemen Sosial, Jakarta, Kamis (13/11) malam.
Bachtiar Chamsyah yang juga Ketua Umum DPP Parmusi ini menegaskan, PPP selalu melakukan evaluasi terhadap kinerja SBY-JK sejak menjabat sebagai presiden dan wapres, dan PPP melihat pasangan itu layak dicalonkan kembali.
"Dalam politik, kita tidak bisa hanya mengacu pada keinginan pribadi atau kelompok tetapi harus melihat kepentingan yang lebih besar, kepentingan nasional," kata Menteri Sosial yang maju menjadi calon ketua umum PPP pada Muktamar 2004 tetapi dikalahkan Hamzah Haz ini.
Namun, seperti diketahui dalam Muktamar PPP 2007 di Hotel Mercure Ancol yang dibuka Presiden SBY dimenangkan oleh Suryadharma Ali yang dikenal sebagai kubu Bachtiar Chamsyah mengalahkan calon lainnya Arif Mudatsir Mandan dan Endin AJ Sofhihara dari kubu Hamzah Haz.
Lebih lanjut Bachtiar menguraikan, saat PPP mengusung Hamzah Haz sebagai capres pada 2004, ternyata Hamzah Haz mengalami kekalahan. Suara PPP pada pemilu legislatif ketika itu sebanyak sembilan juta, tapi saat pilpres turun menjadi tiga juta lebih saja.
"Kalau kita mendukung kader sendiri, harus punya harapan dan peluang besar untuk menang. Jadi jangan kita mengulang kesalahan seperti itu, jangan terperosok pada lubang yang sama, itu tidak cerdas berpolitik. Berpolitik harus melihat realitas," kilah “rival” Hamzah Haz ini.
Alasan lain, lanjutnya, PPP mendukung SBY-JK karena sejak dipimpin keduanya sudah banyak langkah positif yang dilakukan. Misalnya, Indonesia keluar dari IMF, sekolah gratis telah dilaksanakan, pemberantasan korupsi, swasembada pangan, serta penurunan angka kemiskinan.
Meski ada kabar bahwa nama Sri Sultan Hemangku Buwono X juga disebut-sebut muncul dalam nominasi capres dari PPP, namun menurut Bachtiar, kecenderungan mendukung SBY-JK lebih besar dibandingkan Sri Sultan. "Kecenderungannya sangat kuat kepada SBY-JK. Saya pribadi juga mendukung SBY-JK," tegas ‘pentolan’ PPP ini. (ARI)