RSS
06 Januari 2009
HomeNasionalPilpresPilkadaPartai-PartaiBisnisEnergiIndeks
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
blitzmegaplex
Kalah, Khofifah Surati Komnas HAM PBB
lokasi: Home / Berita / Pilkada / [sumber: Jakartapress.com]
Rabu, 12/11/2008 | 18:03 WIB - Dibaca 102 Kali
Kalah, Khofifah Surati Komnas HAM PBB

Surabaya - Merasa dipencundangi habis-habisan dalam Pilgub Jatim, Khofifah Indra Parawansa, Cagub dari pasangan KaJi, berenca menulis surat kepada Komna HAM PBB. "Biar seluruh dunia tahu dan melihat proses demokrasi di Jatim," kata Khofifah kepada wartawan di Surabaya..

Tak hanya ke PBB, tapi juga ke Kapolri dan Pangab. Hal itu lantaran saat rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara oleh KPU Jatim kemarin, pengamanan yang dilakukan super ketat. Selain sudah dikerahkan pasukan Dalams dengan kekuatan ribuan personil, masih ditambah pasukan Brimob bersenjata lengkab. Tidak hanya itu, Kodam V Brawijaya menurunkan pasukan dengan Kendaraan lapis baja. "Saya mau tanya, apa pengamanan itu sesuai dengan SOP pengamanan penghitungan suara. Kok ada panser, raider, TNI AD dan brimob. Ada apa sebetulnya, apa memang pak Kapolda sengaja minta bantuan pengamanan ketat?" tanyanya.

Khofifah merasa miris melihat ketatnya pengamanan itu. Apalagi, saat ibu-ibu istighosah, ditodong panser dan watercanon. "Ini demokrasi macam apa? Ini pengamanan pilkada, bukan pengamanan teroris. Aneh kan. Apa ini introduction pemilu 2009? Apa ini orde baru jilid 2," tandasnya.
 
Sementara itu,  gugatan dan langkah yang ditempuh Pasangan KaJi, ditanggapi biasa oleh penjabat gubernur Jatim, Setia Purwaka. Bahkan Setia menganggap, gugatan itu merupakan hal yang biasa dan wajar. "Tak puas, silakan menggugat. Itukan sah, asalkan harus menghormati proses hukum," kata Setia Purwaka di gedung Negara Grahadi.

Irjen Depkominfo itu juga berharap, agar kedua pasang calon dan masyarakat lebih dewasa dalam berdemokrasi. Kalah dan menang, sambungnya, merupakan bagian dari proses. Terkait ancaman keamanan, Setia menjamin hal itu tidak akan terjadi. Sebab, masyarakat jatim sudah dewasa. "Peradaban kita sudah tinggi. Jatim levelnya tinggi, tolok ukur nasional. Saya yakin tidak akan terjadi," tegasnya. (elka)

 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: